Kamis, 10 Oktober 2013

TUGAS 1 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI




Tugas 1

Sistem Informasi Psikologi

A. Pengertian Informasi
     Sebelum membahas mengenai informasi, terlebih dahulu saya akan menjelaskan APA PENGERTIAN SISTEM ITU... ?
SISTEM berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak.
Kata "sistem" banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari, dalam forum diskusi maupun dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal, dan pada banyak bidang pula, sehingga maknanya menjadi beragam. Dalam pengertian yang paling umum, sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka.
Menurut Kurisni (2007) sistem adalah sebuah tatanan yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional (dengan tugas/fungsi khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu.
Sedangkan menurut Hardani (2003) sistem adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Sistem adalah hubungan satu unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Gaol, 2008).

Elemen-Elemen Sistem
Terdapat tujuh elemen yang membentuk sebuah sistem, yaitu: tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1.    Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak.
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Yang disebut batas (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem (lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau kemampuan sistem.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap kelangsungan hidup sistem.
                
Jenis-jenis Sistem
Terdapat berbagai tipe sistem berdasarkan kategori yaitu atas dasar keterbukaan dan atas dasar komponen.
a.    Atas dasar keterbukaan :
- sistem terbuka, dimana pihak luar dapat mempengaruhinya
- sistem tertutup.
b.    Atas dasar komponen :
- Sistem fisik, dengan komponen materi dan energi.
- Sistem non-fisik atau konsep, berisikan ide-ide

INFORMASI berasal dari kata Perancis kuno Informacion (1387) yang diambil dari bahasa latin informationem yang berarti “garis besar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari infomare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”.
Menurut David (1995) mengatakan bahwa informasi merupakan data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Kenneth (dalam Gaol, 2008) bahwa informasi merupakan data yang sudah dibentuk kedalam sebuah formulir bentuk  yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia. Mc Leod (1995) mengatakan bahwa informasi adalah data yang telah diproses, atau data yang memiliki arti.
Berdasarakan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang sudah di bentuk atau di proses yang bermanfaat bagi manusia dan sangat berarti bagi penerimanya.

Kualitas Informasi
Menurut Kusrini dan Koniyo (2007) informasi yang berkualitas memiliki 3 kriteria yaitu::
1.    Akurat (accurate)
Informasi harus bebas dari kesalahan, tidak bias ataupun menyesatkan. Akurat juga berarti bahwa informasi itu harus dapat dengan jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Didalam pengambilan keputusan, informasi yang sudah usang tidak lagi bernilai. Bila informasi datang terlambat sehingga pengambilan keputusan terlambat dilakukan, dapat berakibat fatal.
3. Relevan (relevance)
Informasi yang disampaikan harus mempunyai keterkaitan dengan masalah yang akan dibahas dengan informasi tersebut. Informasi harus bermanfaat bagi pemakainya.

Menurut saya, dengan adanya informasi maka dapat berinteraksi dengan sistem, dimana data yang sudah di bentuk atau di proses dapat bermanfaat bagi manusia dan sangat berarti bagi penerimanya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Sistem Informasi Psikologi
Terlebih dahulu akan dijelaskan mengenai sistem informasi dan psikologi. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Untuk menghasilkan informasi yang berkualitas maka dibuat sistem informasi. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert dan Roscoe bahwa sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manjerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Komponen Sistem Informasi
1. Perangkat keras (hardware); komputer dan printer
2. Perangkat lunak (software); sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data. 
3. Prosedur yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemrosesan data dan pembangkitan keluaran yang dikehendaki.
4.    Orang yaitu semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan dan penggunaan keluaran sistem informasi.
5.    Basis data yaitu sekumpulan tabel, hubungan dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau diakses oleh sejumlah pemakai.

PSIKOLOGI adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Sedangkan menurut Morgan (dalam Riyanti, dkk, 1996) psikologi merupakan ilmu tentang perilaku manusia dan  binatang, serta penerapannya pada permasalahan manusia.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi Psikologi merupakan informasi informasi dimana adanya interaksi antara orang, data, dan teknologi yang berkaitan dengan psikologi serta penerapannya pada manusia.

                
CONTOH KASUS:
Menyebarluaskan kerahasiaan alat tes psikologi, dari zaman ke zaman perkembangan teknologi semakin canggih dengan adanya internet manusia bisa memperoleh berbagai macam  sumber informasi yang didapatkan misalnya saja seseorang psikolog mencoba menyebarluaskan jawaban alat tes APM dengan cara menjualnya lewat situs.  

ANALISA
Sebagai mahasiswa psikologi harus tetap mempertanggung jawabkan dengan tidak menyebarluaskan alat tes dan tetap menjaga kerahasiaan alat tes tersebut (tetap pada dasar kode etik psikologi).

 




Sumber;

Fatta. H. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keuunggulan bersaing perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.
Gaol. C. J. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta: PT Grasindo.
Hardanai. W. H. (2004). Software engineering ed. 6. Jakarta: Erlannga.
Kusrini. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft SQL server. Jakarta: Andi Offset.
Riyanti. D., Prabowo. H., & Puspitawati. I. (1996). Psikologi umum 1. Jakarta: Universitas Gunadarma.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem







 








 







 


                












Komentar :

ada 0 komentar ke “TUGAS 1 SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI”

Posting Komentar

Music

Now Playing : Nikita-Janjimu Seperti Fajar







Chat


ShoutMix chat widget

Peta & Total Pengunjung

New Articles






aquUww

aquUww
 
Virgo Pendidikan is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate