Selasa, 17 Desember 2013

Tugas 3 Manajemen



Tugas 3 Manajemen

A.  Mengendalikan Fungsi Manajemen

1.    Pengertian Controlling (Mengendalikan)
Controlling adalah fungsi pengevaluasian kinerja suatu organisasi untuk menentukan apakah telah mencapai tujuannya. Tujuan dasar pengontrolan adalah menilai tingkat keberhasilan fungsi perencanaan. Pengendalian juga memberikan umpan balik untuk putaran-putaran perencanaan dimasa yang akan datang.
Empat langkah dasar dalam pengontrolan adalah
1.    Menentukan standar kinerja
2.    Memonitor kinerja aktual
3.    Membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan
4.    Mengambil tindakan perbaikan jika dibutuhkan.

2. Langkah-langkah Dalam Mengendalikan Fungsi Manjemen
Langkah – langkah penting pada proses pengendalian dapat digolongkan menjadi 8 elemen, yaitu :
1.    Mengidentifikasikan tujuan dan strategi
2.    Penyusunan program
3.    Penyusunan anggaran
4.    Kegiatan dan pengumpulan realisasi prestasi
5.    Pengukuran prestasi
6.    Analisis dan pelaporan
7.    Tindakan koreksi
8.    Tindakan lanjutan

3. Tipe Kontrol Dalam Manajemen
a)    Pengendalian dari dalam (internal control)
   Pengendalian yang dibentuk dari dalam organisasi itu sendiri. Aparat atau unit pengendalian ini bertugas mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan oleh pemimpin untuk melihat dan menilai kemajuan atau kemunduran dalam pelaksanaan pekerjaan. Selain itu pemimpin dapat mengambil suatu tindakan korektif terhadap pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya (internal control). Misalnya unit kerja Inspektorat Jenderal sebagai unit pengawasan ditingkat departemen.
b)   Pengendalian luar organisasi (eksternal control)
   adalah pengendalian yang dilakukan oleh aparat atau unit pengendalian dari luar organisasi terhadap departemen (lembaga pemerintah lainnya) atas nama pemerintah. Selain itu, pengawasan dapat pula dilakukan oleh pihak luar yang ditunjuk oleh suatu organisasi untuk minta bantuan pemeriksaan atau pengendalian terhadap organisasinya, misalnya konsultan pengawas, akuntan swasta dan lain-lain.
c)    Pengendalian Preventif
   Pengendalian yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan, maksud pengendalian preventif adalah untuk mencegah terjadinya kekeliruan atau kesalahan.
d)   Pengendalian Represif
   Pengendalian yang dilakukan setelah adanya peaksanaan pekerjaan, maksud dilakukannya pengendalian represif adalah untuk menjamin kelangsunga pelaksanaan pekerjaan agar hasilnya tidak menyimpang dari yang telah direncakanan (dalam pengendalian anggaran disebut post-audit).

4. Proses Kontrol Dalam Manajemen
       Dalam proses pengendalian manajemen yang baik sebaiknya formal, akan tetapi sifat pengendalian informalpun masih banyak digunakan untuk proses manajemen. Pengendalian manajemen formal merupakan tahap-tahap yang saling berkaitan antara satu dengan lain, terdiri dari proses:
a      Pemrograman (Programming)
   Dalam tahap ini perusahaan menentukan program-program yang akan dilaksanakan dan memperkirakan sumber daya yang akan dialokasikan untuk setiap program yang telah ditentukan.
b      Penganggaran (Budgeting)
   Pada tahap penganggaran ini program direncanakan secara terinci, dinyatakan dalam satu moneter untuk suatu periode, biasaya satu tahun. Anggaran ini berdasarkan pada kumpulan anggaran-anggaran dari pusat pertanggungjawabkan.
c      Operasi dan Akuntansi (Operating and Accounting)
   Pada tahap ini dilaksanakan pencatatan mengenai berbagai sumber daya yang digunakan dan penerimaan-penerimaan yang dihasilkan. Catatan dan biaya-biaya tersebut digolongkan sesuai dengan program yang telah ditetapkan dan puat-pusat tenggungjawabnya. Penggolongan yang sesuai program dipakai sebagai dasar untuk pemrograman dimasa yang akan datang, sedangkan penggolongan yang sesuai dengan pusat tanggungjawab digunakan untuk mengukur kinerja para manajer.
d     Laporan dan Analisis (Reporting and Analysis)
   Tahap ini paling penting karena menutup suatu siklus dari proses pengendalian manajemen agar data untuk proses pertanggungjawaban akuntansi dapat dikumpulkan.

B.  Kekuasaan dan Pengaruh

1.    Kekuasaan
Kekuasaan adalah kewenangan yang didapatkan oleh seseorang atau kelompok guna menjalankan kewenangan tersebut sesuai dengan kewenangan yang diberikan, kewenangan tidak boleh dijalankan melebihi kewenangan yang diperoleh atau kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelaku (Miriam Budiardjo,2002) atau Kekuasaan merupakan kemampuan memengaruhi pihak lain untuk berpikir dan berperilaku sesuai dengan kehendak yang memengaruhi (Ramlan Surbakti,1992).

2.    Sumber-sumber Kekuasaan
1.    Kekuasaan yang bersumber pada kedudukan
a      Kekuasaan formal atau Legal (French & Raven 1959)
          Contohnya komandan tentara, kepala dinas, presiden atau perdana menteri. Kendali atas sumber dan ganjaran (French & Raven 1959) Majikan yang menggaji  karyawannya, pemilik sawah yang mengupah buruhnya,  kepala suku atau kepala kantor yang dapat memberi ganjaran kepada anggota atau bawahannya.
b      Kendali atas hukum (French & Raven 1959)
          Kepemimpinan yang didasarkan pada rasa takut, contohnya perman-preman yang memunguti pajak dari pemilik toko. Para pemilik toko mau saja menuruti kehendak para preman itu karena takut mendapat perlakuan kasar. Demikian pula anak kelas satu SMP yang takut pada senior kelas3 yang galak dan suka memukul sehingga kehendak seniornya itu selalu dituruti.
c      Kendali atas informasi (Pettigrew, 1972)
          Siapa yang menguasai informasi dapat menjadi pemimpin, contohnya orang yang paling tahu jalan diantara serombongan pendaki gunung yang tersesat akan menjadi seorang pemimpin. Ulama akan menjadi pemimpin dalam agama. Ilmuan menjadi pemimpin dalam ilmu pengetahuan.
d     Kendali ekologik (lingkungan)
Sumber kekuasaan ini dinamakan juga perekayasaan situasi .
   Kendali atas penempatan jabatan.
     Seorang atasan atau manager mempunyai kekuasaan atas bawahannya karena ia boleh menentukan posisi anggotanya.
  Kendali atas tata lingkungan.
     Kepala dinas tata kota berhak memberi  izin bangunan. Orang-orang ini  menjadi pemimpin karena kendalinya atas penataan lingkungan.
2.    Kekuasaan yang bersumber pada kepribadian.
Berasal dari sifat-sifat pribadi.
a      Keahlian atau keterampilan (French & Raven 1959)
          Contohnya pasien-pasien di rumah sakit menganggap dokter sebagai pemimpin karena dokterlah yang dianggap sebagai ahli untuk menyembuhkan penyakitnya.
b      Persahabatan atau kesetiaan (French & Raven 1959)
          Sifat dapat bergaul, setia kawan atau setia kepada kelompok dapat merupakan sumber kekuasaan sehingga seseorang dianggap sebagai pemimpin. Contohnya pemimpin yayasan panti asuhan dipilih karena memiliki sifat seperti Ibu Theresa.
c      Karisma (House,1977)
          Ciri kepribadian yang menyebabkan timbulnya kewibawaan pribadi dari pemimpin juga merupakan salah satu sumber kekuasaan dalam proses kepemimpinan.
3.    Kekuasaan yang bersumber pada politik
a      Kendali atas proses pembuatan keputusan (Preffer  & Salanick, 1974)
b      Ketua menentukan apakah suatu keputusan akan di buat dan dilaksanakan atau tidak.
c      Partisipasi (Preffer, 1981)
d     Institusionalisasi

3. Unsur-unsur Kekuasaan
a      Wewenang
   Mengenai peranan atas posisi yang resmi atau adanya hak, ada kejelasan dan ada surat yang pasti.wewenang dapat bersifat formal maupun informal. Wewenang yang bersifat informal biasanya untuk mendapatkan kerjasama yang baik dengan bawahannya.
Contoh : hubungan pembantu rumah tangga dengan majikannya pembantu rumah tangga melaksanakan perintah-perintah yang diperintahkan majikannya serta memberikan tenaganya untuk membantu pekerjaan rumah tangga majikannya dan di pihak majikannya yang mempunyai wewenang untuk memerintah agar pekerjaan rumah tangganya dapat berjalan dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan tertentu
b      Paksaan
   Adanya ancaman yang tidak di inginkan kekuasaan yang bersifat ilegal atau tidak resmi contoh: seorang preman yang sering menganggu dan memalak seseorang dengan cara paksa.
c      Manipulatif
   Merupakan kekuasaan yang bersifat licik yang dapat menipu atau mempengaruhi orang lain agar seseorang dapat tertarik padanya. sebuah titik di mana kita berusaha “melebihkan” atau “mengurangkan” sesuatu, sehingga tidak tampak seperti keadaan nyatanya. Contoh: seperti melukis terkadang mereka menambahkan sedikit warna di sini dan sana untuk menunjukan bahwa sebenarnya yang terlihat itu “lebih indah”, atau mungkin, “tidak begitu hebat”, untuk menunjukan bahwa mereka tidak sombong, rajin menjahit dan gembar menabung.
d     Kerjasama
   Kerjasama adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan, contoh: dalam kelompok adanya kerjasama dalam memperoleh tujuan.
e      Upah dan prestasi kerja
   Prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai, oleh karena itu penilaian prestasi kerja adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja contoh: seorang yang bekerja dan mengerjakan apa yang diperintahkan bosnya karena berharap mendapatkan upah yang diberikan.atasannya.

4.    Bentuk-bentuk Kekuasaan  Menurut French dan Raven
Menurut France & Raven ( 1960 ) ada Lima bentuk kekuasaan yang berbeda diantaranya yaitu: Coercive Power, Insentif Power, Legitimate Power, Expert Power dan Refferent Power, dari bentuk kekuasaan ini mempunyai teori dan contoh masing-masing.
a      Coercive Power
Merupakan kekuasaan untuk memaksa sesorang melakukan sesuatu yang melawan kehendak mereka. Hal ini sering fisik meskipun ancaman lainnya dapat digunakan, contohnya dalam berorganisasi, ketua memiliki kekuasaan paksaan coercive power terhadap anggotanya, misalnya saja dalam memberikan tugas kepada anggotanya, ketua
memaksa anggotanya untuk mengerjakan banyak tugas yang harus diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditentukan, jika tidak dilakukan akan diberikan SP (surat peringatan) atau bisa saja diancam keluar dari organisasi tersebut, oleh sebab itu karena takut mendapatkan sanksi tersebut, maka anggota melakukannya walaupun melawan kehendak mereka karena tugasnya terlalu berat untuk dilakukan. Pemaksaan seperti ini dapat mengakibatkan kerugian fisik meskipun tujuannya untuk kepatuhan, dari contoh ini kerugian fisiknya yaitu waktunya banyak tersita untuk mengerjakan tugas/lembur sehingga tubuh pun membutuhkan tenaga extra (dilakukan untuk menunjukkan kepatuhan).
b      Insentif Power
Merupakan kemampuan memberikan kepada orang lain apa yang mereka inginkan. Contohnya (dalam perkuliahan), mahasiswa menginginkan agar mendapat nilai A pada setiap mata kuliah. Yang berperan sebagai pemilik Insentif Power adalah dosen. Jika mahasiswa aktif dalam kelas, rajin membuat tugas dan perilakunya sopan maka dosen sebagai pemegang Insentif Power akan memberikan imbalan berupa nilai yang baik (bisa A) kepada mahasiswanya, oleh sebab itu mahasiswa akan melakukan hal-hal tersebut agar bisa mendapatkan imbalan seperti yang mereka inginkan.
c      Legitimate Power (Kekuatan Sah)
Merupakan sesuatu yang diinvestasikan dalam sebuah peran. Legitimasi berasal dari kekuasaan lebih tinggi, biasanya mencakup kekuasaan paksaan. Contoh Legitimate Power disini yaitu polisi (polisi lalu lintas), mereka memiliki legitimate power terhadap para pengguna jalan ( pengendara motor maupun mobil ). Biasanya dalam kehidupan sekitar kita banyak pengendara motor maupun mobil yang terkena tilang dari polisi, hingga akhirnya setiap pengendara tersebut mau tidak mau harus menerima sanksi tersebut, walaupun ada kalanya pengendara tersebut tidak salah. Tapi karena polisi memiliki kekuasaan yang sah (harus ini atau harus urus dikantor polisi, dengan cara damai atau membayar) maka pengendara pun akhirnya patuh.
d     Expert Power
Merupakan pengaruh yang didasarkan pada pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki. Bentuk kekuasaan ini adalah bentuk yang sangat umum dari kekuasaan, contoh dari Expert Power adalah seorang designer (perancang busana), dalam membuat sebuah baju designer selalu mempengaruhi customernya dengan memberi saran-saran atau apa yang cocok dengan customernya baik dilihat dari tinggi badan, bentuk pinggul, pundak, pingang, kaki, tangan dan lainnya, sehingga dengan keterampilan atau pengetahuan yang dimilikinya ini, customer akan percaya atas saran-saran atau apa yang baik menurut designer tersebut.
e      Refferent Power (Kekuasaan Rujukan)
Merupakan pengaruh yang didasarkan pada adanya kekuasaan kharisma dan ketenaran sehingga seseorang ingin menjadi seperti apa yang orang lain miliki (berharap karisma orang lalin bisa menular ke dirinya), contoh yang ada dikehidupan sekitar kita yaitu seorang yang terkenal seperti seorang artis, atlet, penulis, ilmuwan dan sebagainya, misalnya saja atlet bulu tangkis, mereka memiliki kekuasaan rujukan terhadap orang yang mengidolakannya yaitu dengan tindakan-tindakannya dalam kehidupan sebagai atlet, semangatnya, kedisplinannya atau orang yang mengidolakannya itu menjadi terpengaruh atas karisma atlet bulutangkis sehingga perilakunya menjadi sama dengan idolanya tersebut.


Sumber;
Thomson. (2006). Pengantar bisnis kontemporer ed 11. Jakarta: Salemba.

Komentar :

ada 0 komentar ke “Tugas 3 Manajemen”

Posting Komentar

Music

Now Playing : Nikita-Janjimu Seperti Fajar







Chat


ShoutMix chat widget

Peta & Total Pengunjung

New Articles






aquUww

aquUww
 
Virgo Pendidikan is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate