Rabu, 28 Maret 2012

Emosi dan Stress

Emosi dan Stress
 Pendahuluan
Kita adalah manusia yang rasional. Kita mengutamakan cara berfikir rasional yang berusaha memuaskan motif kita dengan cara yang intelegen. Sampai taraf tertentu kita hanya berbuat seperti itu, tetapi kita juga manusia yang emosional, lebih emosional dari yang sering kita sadari. Bahkan hampir sama affair kehidupan sehari-hari diwarnai dengan perasaan dan emosi. Kenikmatan dan kesegsaraan, kegairahan dan kekecewaan, cinta dan takut, daya tarik dan hal yang menjijikan, harapan dan kecemasan semua itu dan lebih banyak lagi perasaan sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari.
Hidup akan terasa kering tanpa perasaan-perasaan seoerti itu. Mereka memberi warna dan bumbu-bumbu dakam kehidupan; mereka adalah saus yang menambah kesenangan dan kenikmatan untuk hidup kita. Kita mengantisipasi pesta dan kencan kita dengan kesenangan; kita mengingat dengan sinar yang hangat kepuasan yangkita dapatkan dari mendapatkan prestasi yang baik, bahkan kita sering mengingat kembali sebagai hiburan kekecewaan yang pahit dimasa kecil. Dengan kata lain, bila emosi kita terlalu intens dan terlalu mudah dipegaruhi, mereka dengan mudah menyebabkan kita dalam bahaya.mereka dapat membengkokkan  penilaian kita, mengubah teman menjadi musuh, dan membuat kita sengsara, seperti kita sakit demam.
Definisi yang komprehnsif tentang emosi menurut Kleinginna & Kleinginna dalam Morgan dkk., 1986 ) menyatakan bahawa emosi seharusnya :
1.      Mengatakan sesuatu tentang apa yang kita rasakan ketika kita sedang emosioanal.
2.      Menyebut secara psikologis atau secara badaniah, dasar dari perasaan emosional.
3.      Berpengaruh emosi dalam persepsi, pikiran, dan perilaku.
4.      Menjelaskan dorongan, atau motivaisonal, perlengakapan dari emosi-emosi tertentu seperti taku dan marah.
5.      Menunjuk ke cara bagaimana emosi diekspresikan dalam bahasa, ekspresi wajah, dan gesture ( bahasa tubuh ).
Apa Sichhh Emosi Itu ???
 Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. emosi adalah reaksi terhadap seseorang atau kejadian, emosi dapat ditunjukkan kerika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.
Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Kebanyakan ahli yakin bahwa emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati. sebagai contoh, bila seseorang bersikap kasar, manusia akan merasa marah.Perasaan intens kemarahan tersebut mungkin datang dan pergi dengan cukup cepat tetapi ketika sedang dalam suasana hati yang buruk, seseorang dapat merasa tidak enak untuk beberapa jam.
Emosi menurut para psikolog
Para psikolog mengkaji emosi dengan memberi perhatian yang sesuai dengan urgenisnya dalam kehidupan manusia. Emosi punya pengaruh terhadap kesehatan mental dan fisik manusia, serta pengaruh terhadap perilaku pribadi dan sosial. Juga pengaruh terhadap tingkat intelektualitas. Emosi dengan pengertian ini, berpengaruh terhadap  segala aspek kepribadian  individu, luar dan dalam.
Emosi adalah respons integral dari makhluk hidup, yang bertumpu pada pemahaman yang mengenai situasi eksternal dan internal, dan mencakup perubahn-perubahan perasaan yang kompleks dan perubahan-perubahan fisologis, yang meliputi organ tubuh, pembuluh darah, da kelenjar. Bertujuan menghadapi situasi yang merasanganya , akan tetapi dengan cara yang menyebabkan usah menjadi kacau dan tidak mengantarkan kepada hasil yang memuaskan.
George Miller mengartikannya dengan pengalaman yang memiliki perasaan kuat, dan biasanya diiringi dengan perubahan-perubahan fisik dalam peredaran darah dan pernapasan biasanya juga bersamaan dengan tindakan-tindakan pemaksaan.
Angel mendefinisikannya dengan kondisi perasaan yang kompelks, yang diiringi dengan beberapa gerakan atau aktifitas kelenjar , atau perilaku yang kompleks yang didominasi oleh  aktifitas lambung  atau organ-organ intrinsik.
Tanda-Tanda Ekstrinsik Emosi
Tanda-tanda ekstrinsik terlihat dalam bentuk gemetar hebat yang mengiringi rasa takut, marah, insomnia juga terjadi ketika seseorang tertawa gembira menangis sedih, mubtah karena jijik, atau cemberut karena marah. Demikianlah, adakalanya seseorang merespon emosi-emosinya dengan respons suara yang umum. Dengan berteriak, megaduh atau mengucapkan kata-kata yang menunjukkan jenis-jenis emosinya, yang mencerminkan keskitannya, kesedihannya,kebahagiannya, dan kegembirannya.
Tanda-Tanda Instrinsik Emosi
Tanda-tanda intrinsik organis tampak pada detak jantung yang cepat, tekanan darah yang naik, pernapasan yang memburu, dan fungsi sistem pencernaan yang kacau berupa sembelit, perubahan aliran elektrik tubuh, keringnya mulut akibat penyempitan pembuluh darah. Kekacauan-kacauan intrinsik ini sebabnya adalah kerusakan fungsi sistem saraf yang berpengaruh terhadap mayoritas fungsi-fungsi tubuh bagian dalam.
Sumber-Sumber Emosi dan Suasana Hati
·         Kepribadian
Kepribadian memberi kecenderungan kepada orang untuk mengalami suasana hati dan emosi tertentu, contohnya beberapa orang merasa bersalah dan merasakan kemarahan dengan lebih mudah dbandingkan orang lain, sedangkan orang lain mungkin merasa tenang dan rileks dalam situasi apa pun.[4] Intinya, beberapa orang memiliki kecenderungan untuk memiliki emosi apa pun secara lebih intens atau memiliki intensitas afek (perbedaan individual dalam kekuatan di mana individu-individu mengalami emosi mereka) tinggi.
·         Hari dalam seminggu dan waktu dalam sehari
Orang-orang cenderung berada dalam suasanan hati terburuk di awal minggu dan berada daam suasana hati terbaik di akhir minggu.
·         Cuaca
Cuaca menjadi sebuah peristiwa yang luar biasa sedikit pengaruh terhadap suasana hati.[4] Seorang ahli menyimpulkan, "Berlawanan dengan pandangan kultur yang ada, data ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak melaporkan suasana hati yang lebih baik pada hari yang cerah atau sebaliknya.
Stress
Sebuah penelitian menghasilkan pernyataan, "Adanya peristiwa yang terus-menerus terjadi yang menimbulkan stres tingkat rendah menyebabkan para pekerja mengalami tingkat ketegangan yang semakin lama seiring berjalannya waktu semakin meningkat.
·         Aktivitas sosial
Orang-orang dengan suasana hati positif biasanya mencari interaksi sosial dan sebaliknya, interaksi sosial menyebabkan orang-orang mempunyai suasana hati yang baik. Jenis aktivitas sosial juga berpengaruh. Penelitian mengungkap bahwa aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau Epicurean lebih diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana hati yang positif dibandingkan dengan kejadian-kejadian formal atau yang bersifat duduk terus-menerus.
·         Tidur
Kualitas tidur memengaruhi suasana hati. Para sarjana dan pekerja dewasa yang tidak memperoleh tidur yang cukup melaporkan adanya perasaan kelelahan yang lebih besar, kemarahan, dan ketidakramahan. Satu dari alasan mengapa tidur yang lebih sedikit, atau kualitas tidur yang buruk, menempatkan orang dalam suasana hati yang buruk karena hal tersebut memperburuk pengamnbilan keputusan dan membuatnya sulit untuk mengontrol emosi.
·         Olahraga
Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati positif.
·         Usia
Suatu penelitian atas orang-orang yang berusia 18 hingga 94 tahun mengungkapkan bahwa emosi negatif tampaknya semakin jarang terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.
·         Gender
Dalam perbandingan antargender, wanita menunjukkan ekspresi emosional yang lebih besar dibandingkan pria. Mereka megalami emosi secara lebih intens dan mereka menunjukkan ekspresi emosi positif maupun negatif yang lebih sering, kecuali kemarahan. Tidak seperti pria, wanita juga menyatakan lebih nyaman dalam mengekpresikan emosi dan mampu membaca petunjuk nonverbal dan paralinguistik secara lebih baik.

Ekspresi dan Persepsi Tentang Emosi
Emosi seseorang mempunyai dampak yang besar pada orang lain ketika seseorang mengekspresikannya dalam cara yang dapt diterima oleh orang lain. Ketika kita menerima respon-respon emosional dari orang lain, kita merespon dalam cara yang benar, mungkin dengan ekspresi emosi kita sendiri. Contohnya, jika salah satu teman saya memenangkan suatu hadiah dan menunjukkan kebahagiaan, saya mungkin juga merespon dengan kegembiraan juga atau tergantung pada persepsi saya tentang situasi itu, mungkinsaya iri.
Kita menerima emosi orang lain dari banyak sumber. Suara adalah salah satu penghubung ekspresi emosi. Jeritan menunjukkan ketakutan atau kegairahan, rintihan menunjukkan sakit atau ketidakbahagiaan, isakkan menujukkan kepedihan, dan gelak twa menujukkan kegembiraan aau kenikmatan.
Disamping apa yang diktakan dan cara orang mengatakannya adalah faktor utama dalam persepsi tentang emosi, gerakan tubuh juga digunakan sebagai tanda dalam meninterprestasi emosi orang lain.
 STRESSS

Stress adalah reaksi non spesifik manusia terhadap rangasangan atau tekanan ( stimulus stressor ). Strress merupakan suatu reaksi adaptif, bersifat sangat individual, sehingga suatu stress bagi seseorang belum tentu sama tanggapannya bagi orang lain. Hal ini sangat dipengaruhui oleh tingkat kematangan berpikir, tingkat pendidikan, dan kemampuan adapttasi seseorang terhadap lingkungannya. Tekanan stress (stressor ) akan membebani individu dan mengakibatkan gangguan keseimbangan fisik ataupun psikis.
Secara umum faktor penyebab stress digolongkan menjadi beberapa kelompok berikut.
1.      Tekanan fisik: kerja otot/ olahraga yang berat, kerja otak yang terlalu lama, dan sebgainya.
2.    Tekanan psikologis: hubungan suami istri atau orang tu—anak, persaingan antarsaudara/teman kerja, hubungan sosial lainnya, etika moral dan sebagainya.
3.      Tekanan sosial ekonomi : kesulitan ekonomi, rasialisme, dan sebagainya.

Akibat Stress

 Stress menampakkan diri dengan berbagai cara. Sebagai contoh, seorang individu yang sedang stress berat mungkin mengalami tekanan darah tinggi, seriawan, jadi mudah jengkel, sulit membuat keputusan yang bersifat rutin, kehilangan selera makan, rentan terhadap kecelakaan, dan sebagainya. Akibat stress dapat dikelompokkan dalam tiga kategori umum: gejala fisiologis, gejala psikologis, dan gejala perilaku.
Pengaruh gejala stres biasanya berupa gejala fisiologis. Terdapat riset yang menyimpulkan bahwa stres dapat menciptakan perubahan dalam metabolisme, meningkatkan detak jantung dan tarikan napas, menaikkan tekanan darah, menimbulkan sakit kepala, dan memicu serangan jantung.
Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dpat menyebabkan ketidakpuasan terkait dengan pekerjaan. Ketidakpuasan adalah efek psikologis sederhana tetapi paling nyata dari stres. Namun stres juga muncul dalam beberapa kondisi psikologis lain, misalnya, ketegangan, kecemasan, kejengkelan, kejenuhan, dan sikap yang suka menunda-nunda pekerjaan.
Gejala stress yang berkaitan dengan perilaku meliputi perubahan dalam tingkat produktivitas, kemangkiran, dan perputaran karyawan, selain juga perubahan dalam kebiasaan makan, pola merokok, konsumsi alkohol, bicara yang gagap, serta kegelisahan dan ketidakteraturan waktu tidur. Ada banyak riset yang menyelidiki hubungan stres-kinerja. Pola yang paling banyak dipelajari dalam literatur stres-kinerja adalah hubungan U-terbalik.Logika yang mendasarinya adalah bahwa tingkat stres rendah sampai menengah merangsang tubuh dan meningkatkan kemampuannya untuk bereaksi. Pola U-terbalik ini menggambarkan reaksi terhadap stres dari waktu ke waktu dan terhadap perubahan dalam intensitas stres.

Bahaya Stress Bagi Kesehatan

Stress normal sebenarnya merupakan reaksi alamiah yang berguna, karena stress akan mendorong kemampuan seseorang untuk mengatasi kesulitan atau probelm kehidupan.tetapi dalam kehidupan dunia modern ini, banyak persaingan, tuntutan, dan tantangan yang menumpuk menjadi tekanan dan beban stress ( ketegangan bagi semua orang ).
Jika tekanan stress terlampau hingga melampaui daya tahan indvidu, maka akan timbul gejala-gejala seperti sakit kepala, gampang marah,tidak bisa tidur; gejala-gejala itu merupakan reaksi non-spesifik pertahanan diri dan ketegangan jiwa itu akan merangsang kelenjar anak ginjal (corfex )untuk melepaskan hormon adrenalin dan memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah menjadi naik dan aliran darah menjadi naik dan aliran darah ke otak , paru-paru dan otot perifer meningkat. Jika stress  berlangsung cukup lama, tubuh akan berusaha mengadakan penyesuaian sehingga timbul perubahan patologis. ( general adaptation syndrome) gejala-gejala patologis yang muncul dapat berupa hipertensi, serangan jantung, lambung, asma, eksim, kanker, dan sebagainya. Jika sudah timbul hipertensi stress tetap berlangsung, sehingga bertambahlah risiko komplikasi serangan jantung atau stroke otak yang dapat berakibat fatal ( kelumpuhan atau bahkan dapat meninggal dunia ).


Daftra pustaka;

Prabowo, Hendro.1998.Psikologi umum 2.Jakarta: Universitas Gunadarma

Muhammad, Sayyid.2007.Pendidikan remaja ilmu jiwa.Jakarta: Gema Insani

Hartono, La.2007.Kesehatan masyarakat.Yogyakarta: Kansius
















Komentar :

ada 1
Helena Langitan mengatakan...
pada hari 

good job yo, tp jangan smpe ikutan jadi stres juga yaaa :D

Posting Komentar

Music

Now Playing : Nikita-Janjimu Seperti Fajar







Chat


ShoutMix chat widget

Peta & Total Pengunjung

New Articles






aquUww

aquUww
 
Virgo Pendidikan is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate