Jumat, 30 Desember 2011

Mengulas Jurnal Mengenai Pengalaman Komunikasi Orantua Dan Remaja Dalam Memahami Dampak Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook




Mengulas Jurnal Mengenai Pengalaman Komunikasi Orantua Dan Remaja Dalam Memahami Dampak Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook


       Internet menjadi salah satu teknologi informasi yang fenomenal  belakangan  ini. Pertumbuhan penggunaan Internet yang pesat juga terjadi di Indonesia, beberapa tahun ini jumlah pengakses Internet di Indonesia mengalami peningkatan yang tajam. Sebagai gambaran,  Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2009 menyebutkan, pengguna Internet di Indonesia diperkirakan mencapai 25 juta. Pertumbuhannya  setiap tahun antara 25 persen (Kompas, 8 Februari 2010).
       Berdasarkan hasil riset Yahoo di Indonesia yang bekerja sama dengan  Taylor Nelson Sofres pada tahun 2009, pengguna Internet  terbesar  adalah  usia 15-19 tahun, sebesar  64 persen. Sementara berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, usia 0-8 tahun tergolong usia anak-anak dan sementara 15-19 termasuk golongan remaja. Sebanyak 53 persen dari kalangan remaja itu mengakses internet  melalui  warung internet,  sementara  19 persen mengakses  via  telepon seluler. Riset  Nielsen  juga mengungkapkan,  pengguna  Facebook  pada 2009 di Indonesia meningkat 700 persen dibanding pada tahun 2008 (Kompas, 8 Februari 2010)
       Perkembangan   teknologi bagai pisau bermata  dua.  Manfaat  yang dihasilkan selaras dengan ancaman  bahaya yang mungkin ditimbulkan apabila digunakan tidak semestinya.  Mengawali tahun  2010, media  massa di Indonesia mulai dari televisi,  surat  kabar, tabloid, dan radio menginformasikan tentang kasus kriminal yang melibatkan salah satu situs jejaring sosial yang sedang marak digunakan remaja di Indonesia, yaitu facebook . Sebagai contoh, kejahatan yang marak  diberitakan  di media massa berkaitan dengan penggunaan facebook   oleh  remaja adalah penipuan, prostitusi online, human trafficikng, dan pencemaran nama baik (Juju,2010:73).

       Merebaknya kasus-kasus negatif yang berhubungan dengan penggunaan  facebook ini menimbulkan kekhawatiran orang tua. Peran orang tua sangat penting untuk ikut terlibat bersama anak-anak mereka dalam penggunaan  Internet  guna membentuk berbagai pemikiran kritis.  Terlebih  dalam berhubungan dengan orang-orang  yang mereka jumpai saat online. Keluarga sebagai benteng pertama pertahanan anak sebelum memasuki  dunia luar, memiliki pengaruh yang sangat penting. Komunikasi antara orang tua dan anak harus tercipta dengan baik dalam masa perkembangan anak serta proses pengawasan anak dalam menggunakan situs  jejaring sosial facebook.  Selain dampak positif tentu saja keluarga juga harus mewaspadai penggunaan facebook  yang dapat memberikan dampak negatif bagi anak mereka.   Oleh karena itu, penelitian  ini digunakan untuk mempertanyakan bagaimana komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh orangtua dan anak remaja  mereka  dalam memberikan pemahaman mengenai dampak penggunaan situs jejaring social facebook.

           Orangtua   perlu   melakukan   pengawasan   kepada   anak remaja mereka dalam menggunakan facebook , dalam hasil penelitian disebutkan bahwa hampir seluruh informan orangtua setuju bahwa pengawasan masih perlu dilakukan kepada anak remaja guna mengajarkan   disiplin   serta   bimbingan   karena   kedudukan   remaja   di   dalam   keluarga   yang masih memerlukan bantuan peran orangtua dalam memahami pengalaman-pengalaman yang ada di sekitar kehidupan mereka.
Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul yang umumnya adalah   individu   atau   organisasi   yang   diikat   dengan   satu   atau   lebih   tipe   relasi   spesifik   seperti nilai, visi, ide,teman, dan keturunan. Begitu pula dengan situs facebook ini yang juga memiliki fungsi   menunjukan  jalan  dimana  para  penggunanya  berhubungan   karena   kesamaan   sosialitas,  mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Melalui facebook , kita juga dapat    menjalin  komunikasi  dengan  teman-teman  ataupun  relasi  baru. Layanan facebook  ini merupakan   sistem   berbasis  web  berbasiskan   menyediakan   kumpulan  cara yang  beragam  bagi  penggunanya untuk dapat berinteraksi seperti memperbarui profil pribadi, memperbarui status, berkirim komentar, chatting, mengirim pesan, video, blog, dan diskusi grup.
Anak-anak   dan  remaja  saat  ini  merupakan   golongan  masyarakat  yang  digital native.  Sementara   itu,  generasi  orangtua  dari  mereka  saat  ini  masih  cenderung  menjadi  digital immigrant. Akibatnya, kesadaran akan potensi negatif yang mengancam anak- anak dan remaja  tidak disadari dan diseriusi oleh kalangan dewasa. Anak dan remaja dapat digambarkan sebagai digital native, merupakan kalangan serupa penduduk asli di dunia digital  saat ini. Mereka lahir dan tumbuh  di era  digital   yang  menjadikan   mereka  memiliki  cara berpikir,  berbicara,  dan bertindak  berbeda  dengan generasi   sebelumnya  yang  diibaratkan sebagai  digital immigrant. Adapun  kalangan  orangtua  saat  ini   diasosiasikan  sebagai  digital immigrant atau penduduk  pendatang yang masih berusaha beradaptasi di dunia digital (Kompas,8 Februari 2010).
             Le   Poire  menjelaskan   bahwa   peran   di   dalam   keluarga   dibagi   menjadi   dua,   yaitu   (1)   Peran Pemeliharaan   dan  (2)   Peran    Pengaturan  (kontrol).   Dalam peran  pemeliharaan  di dalamnya terdapat  peran  penyedia  yang merupakan   anggota  keluarga  yang bertanggung  jawab   dalam menentukan sumber penyediaan uang, makanan, pakaian, dan hal-hal lain yang dibutuhkan untuk memelihara  rumah  tangga.  Dan  peran  pengasuh,  syarat  pengasuhan  meliputi  memberikan perhatian, dukungan, dan kehangatan (namun tidak terbatas pada, perhatian pada anak-anak dan pekerjaan rumah tangga). Sama halnya dengan penyedia, pengasuh juga nampaknya sama-sama dapat     bertukar  melalui  batasan gender.  Mayoritas  pengasuh  dilekatkan  dengan seorang  ibu (LePoire, 2006 : 58).

Kesimpulan

 1. Ketergantungan aktivitas anak  remaja dalam  bermain facebook  dilatarbelakangi oleh  pengawasan   dan   perhatian  yang kurang   dari   orangtua,   hal   ini   dilihat   dari   kondisi   dimana kedua  orangtua yang  sibuk  bekerja.    Selain  itu, kesulitan lainnya  dikarenakan  faktor pengetahuan   orangtua   yang terbatas  mengenai   situs   jejaring   sosial facebook .  Kurangnya pengetahuan ini digunakan remaja untuk berinteraksi secara bebas di dalamfacebook.  Remaja menggunakan facebook sebagai  media untuk  mengungkapkan  diri  mereka   sehingga   dengan interkasi tersebut dapat memicu pergaulan dengan teman baru yang dikenal melaluifacebook yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya pertemuan di dunia nyata.

 2.  Cara pengawasan  yang  dilakukan oleh orangtua  dalam penelitian  ini dilakukan dalam  tiga tahapan, yang pertama  adalah pengawasan langsung,   dialog  tatap  muka yang didalamnya meliputi   dialog dalam penetapan batasan-batasan yang sebaiknya dilakukan  dan  tidak,  dan yang terakhir     adalah pemberian kepercayaan  anak  untuk menggunakan facebook mereka secara bebas namun bertanggung jawab.






Sumber ;
http://eprints.undip.ac.id/24949/1/SUMMARY_PENELITIAN_Niken_Olivia.pdf

Komentar :

ada 0 komentar ke “Mengulas Jurnal Mengenai Pengalaman Komunikasi Orantua Dan Remaja Dalam Memahami Dampak Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook”

Posting Komentar

Music

Now Playing : Nikita-Janjimu Seperti Fajar







Chat


ShoutMix chat widget

Peta & Total Pengunjung

New Articles






aquUww

aquUww
 
Virgo Pendidikan is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate