Sabtu, 26 Februari 2011

Penerapan Ilmu Logika Matematika Dalam Bidang Psikologi


PENERAPAN ILMU LOGIKA MATEMATIKA DALAM BIDANG PSIKOLOGI


Hmm,,,kita pasti beranggap Matematika tidak ada hubungannya dengan ilmu Psikologi,,,hmm banyak orang ngambil jurusan Pikologi dngan alasan ingin hindari hitung-hitungan ada juga ingin mengetahui jiwa seseorang...haha ternyata di semester berapa? Kita pasti  ketemu dengan matakuliah Matematika, ternyata Matematika ada hubungan nya dengan Ilmu Psikologi.


Memang secara umum Matematika adalah ilmu yang berhubungan erat dengan angka-angka, dan Psikologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dan perkembangannya. Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti ekononomi dan psikologi.


Sebenarnya memang agak sulit untuk memahami atau mengerti bagian manakah dari Matematika yang berhubungan langsung dengan Psikologi dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sebenarnya ada beberapa materi dalam Matematika yang dapat dikatakan berhubungan seperti:
-Himpunan
-Peluang
-matriks
-logika


Disini saya akan Menejelaskan pengertian Logika:
Secara etimologis, logika berasal dari kata Yunani “logos” yang berarti kata, ucapan, pikiran secara utuh, atau bisa juga berarti ilmu pengetahuan (Kusumah, 1986). Dalam arti luas, logika adalah suatu cabang ilmu yang mengkaji penurunan-penurunan kesimpulan Yang  sah (valid, correct) dan yang tidak sah (tidak valid,  incorrect). Proses berpikir yang terjadi di saat menurunkan atau menarik kesimpulan dari pernyataan-pernyataan yang diketahui benar atau dianggap benar sering disebut dengan penalaran (reasoning).


Belajar Logika matematika dapat membantu mengatur pemikiran kita untuk memisahkan hal yg benar dan yang salah, dapat membantu kita untuk menghindari salah penafsiran dan juga meningkatkan keahlian kita dalam berpikir analisis.


Hubungan Antara Logika Matematika Dengan Kepemimpinan Pada Ilmu Psikologi


Logika menunjang suatu kepemimpinan yang dibahas dalam ilmu
psikologi. Dengan logika kita bisa membuat keputusan yang tepat dan benar sebagai pemimpin, baik dalam memimpin diri sendiri maupun memimpin orang lain. Selain itu, logika juga merupakan salah satu hal yang menopang jiwa atau psikologis kita. Karena Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah terlepas dengan hal yang bernama logika, tidak terkecuali dengan kepemimpinan. Setiap manusia lahir sebagai pemimpin, paling tidak dia nanti akan menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.


Contoh
· Ada seorang mahasiswa menjadi ketua pelaksana dalam suatu acara di kampus,acara diadakan dari pagi sampai malam dan tugas seorang ketua adalah mengatur jalannya acara tersebut sampai dengan selesai,sebagai mahasiswa dia harus datang tepat waktu untuk mengikuti praktik psikologi faal besok pagi.


Penyeselesaiannya;
p : mahasiswa itu mengikuti keseluruhan acara tersebut
q : mahasiswa itu pulang dan segera tidur secepatnya


Keputusannya;
1.p→ q: Jika dia mengikuti keseluruhan acara tersebut, maka dia bisa pulang dan tidur secepatnya.
2. P → ~q : jika dia mengikuti keseluruhan acara tersebut, maka dia tidak bisa pulang dan tidur secepatnya.
3. ~p → q : jika dia tidak bisa mengikuti keseluruhan acara tersebut maka dia bisa tidur secepatnya.
4. ~p → ~p : jika dia tidak bisa mengikuti keseluruhan acara tersebut maka dia tidak bisa tidur secepatnya.


Menurut teori logika, pernyataan 1, 3, dan 4 adalah pernyaatan yang benar, sedangkan pernyaan 2 salah. Tetapi dalam kenyataannya, justru pernyataan ke 2 yang paling mungkin terjadi, mungkin saja karena ketua tadi harus mengatur acara tersebut sampai selesai dan akhirnya dia tidak bisa tidur secepatnnya untuk mengikuti praktek psikologi faal besok harinya.
Dalam hal ini, keadaan psikologis mahasiswa tersebut sangat menentukan keputusan yang harus dia buat saat itu, apakah dia akan memilih pilihan 1, 2, 3, atau 4.
                      
Pilihan 1 yang mungkin adalah yang terbaik bisa saja dia pilih kalau dia memiliki jiwa / keadaan psikologis yang kuat. Akan tetapi, bisa saja dia memilih pilihan 3 dengan meninggalkan tanggung jawabnya sebagai ketua panitia untuk tidur cepat dan datang tepat waktu untuk hadir dalam praktek psikologi faal. Atau yang paling parah, bisa saja dia memilih pilihan 4, yaitu tidak mengatur jalannya acara dan tidak datang sama sekali untuk praktek psikologi faal karena dengan alasan malas bangun pagi.


Kasus dimana dia tidak mengerjakan keduanya karena sakit tidak dimasukkan dalam rumusan karena ini di luar persoalan. Bagaimana dia memilih salah satu keputusan sangat dipengaruhi keadaan jiwa / psikologisnya. Walaupun 
pilihan 1, 3, dan 4 menurut Logika adalah pernyataan yang benar,dalam psikologi mungkin saja bertentangan. Karena itulah kedua ilmu tersebut sangat penting dalam kepemipinan, yang dalam soal ini bagaimana dia memimpin dirinya sendiri.


Daftar  Pustaka;


http://murdocrillaz.blogspot.com/2011_02_01_archive.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Matematika
http://fransiska-significatodiunnome.blogspot.com/2011/02/hubungan-psikologi-dan-matematika.html
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1976, Matematika 11, Jakarta.

Komentar :

ada 3 komentar ke “Penerapan Ilmu Logika Matematika Dalam Bidang Psikologi”
man mengatakan...
pada hari 

makasih yah informasinya....................god bless

man mengatakan...
pada hari 

makasih informasinya...god blesss

man mengatakan...
pada hari 

makasih yah informasinya....................god bless

Posting Komentar

Music

Now Playing : Nikita-Janjimu Seperti Fajar







Chat


ShoutMix chat widget

Peta & Total Pengunjung

New Articles






aquUww

aquUww
 
Virgo Pendidikan is proudly powered by Blogger.com | Template by OzoneTemplate